Waktu Terbaik Berkunjung ke Sumba

30 Desember 2025

Waktu Terbaik Berkunjung ke Sumba

Panduan Waktu Terbaik Berkunjung ke Sumba Sumba memiliki karakteristik iklim yang unik dibandingkan pulau lain di Indonesia. Terletak di Nusa Tenggara Timur, Sumba cenderung lebih kering, yang menjadikannya destinasi yang eksotis sepanjang tahun. Namun, pilihan waktu Anda akan menentukan "warna" perjalanan Anda. 1. Musim Kemarau (Mei – September): Sumba yang Eksotis Inilah waktu paling populer bagi wisatawan. Pada periode ini, curah hujan sangat rendah, sehingga jalanan menuju pelosok lebih mudah diakses. Pemandangan: Sabana yang hijau akan berubah menjadi cokelat keemasan, memberikan nuansa seperti berada di tengah liar-nya Afrika. Astrofotografi: Langit malam sangat bersih dan cerah, menjadikannya waktu terbaik untuk melihat pusat galaksi Bima Sakti (Milky Way) dengan mata telanjang. Budaya: Bulan Juli dan Agustus biasanya dipenuhi dengan berbagai festival adat dan acara pacuan kuda tradisional. 2. Musim Hujan (Desember – Maret): Sumba yang Menyegarkan Bagi Anda yang menyukai ketenangan dan kesegaran alam, musim hujan menawarkan sisi Sumba yang berbeda. Pemandangan: Seluruh pulau bertransformasi menjadi hijau zamrud. Bukit-bukit yang kering kini tampak seperti perbukitan di Selandia Baru. Air Terjun: Ini adalah waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun seperti Lapopu atau Matayangu karena debit airnya melimpah dan pemandangannya sangat dramatis. Catatan: Akses ke beberapa lokasi mungkin lebih sulit karena jalanan yang licin dan beberapa daerah rawan banjir. 3. Waktu Khusus: Festival Pasola (Februari atau Maret) Jika tujuan utama Anda adalah budaya, Anda wajib datang saat Festival Pasola. Upacara ritual perang kavaleri tradisional ini dilakukan untuk menyambut musim panen. Tanggal pastinya ditentukan oleh para Rato (pemimpin adat) berdasarkan kemunculan Nyale (cacing laut berwarna-warni) di pinggir pantai.